Kematian Sang Akal Sehat

Posted: January 12, 2013 in Diary
Tags: ,

Malam itu sangat dingin. Hanya terdengar desiran angin semilir mendirikan kuduk. Bukan karena kehadiran ruh dari alam ghaib, namun semata-mata karena jaket yang kukenakan tidak setebal seharusnya. Malam ini aku menikmati bintang, karena memang itulah yang kucari saat bulan sama sekali tidak nampak.
“Brrrr”. Desahku.
Embun mulai turun, seiring dengan menurunnya suhu dan kelembaban disekitar pantai ini. Kucoba menghalaunya dengan sebatang rokok yang memang sudah kusiapkan semenjak kemarin. Rokok, memang salah satu amunisi penting yang selalu kubawa dalam rangka menikmati malam seperti ini.
“huft, lama bener”, ujarku
Aku memang sedang menunggu temanku. Teman sehobby dalam berpetualang dan menyusuri dini hari menjelang. Sepi. Kupetik pelan pelan gitar bututku untuk mengusir sepi. Sebuah gitar tua, hasil dari tabungan kami saat ngamen di perempatan-perempatan dengan sebuah alat konvensional, yang oleh pakar musik disebut dengan “icik-icik”.
Masih sepi, karena aku bingung dengan lagu yang akan kumainkan. tiba tiba terdengar suara tanpa wujud.

“Dasar pemula!! sini kuajari memainkan gitar!!” sambil menghardik

“suka suka aku, gitar-gitar gue! Kenapa loe yang repot?” Ujarku, tanpa rasa takut

“Ya begitulah, bila kau tidak ikuti nasihatku” katanya

“Loh, ga relevan. Apa hubungannya? aku ga ngerti maksudmu?”, sambungku

“Kau ingat? dengan tindakanmu engkau telah membunuh akal sehatmu”, ucapnya

“AKu tetap ga mengerti dengan arah pembicaraanmu?”, kataku

“Andai malam itu, engkau tidak menusuk Si Kinthil maka kamu tidak akan jadi buruan anak buahnya. Dengan demikian kini kau tidak harus terseok seok di pantai seperti pengemis” katanya dengan nada tinggi

Sambil ku banting gitar tuaku hingga patah, aku meradang “Apa urusanmu? hidup-hidup gue!!!, dah bosan hidup loe!! Keluar!! Mati loe malam ini!!”

Dengan tenang dia berkata “Dasar picik. Mulai besok kamu tidak akan bisa ngamen lagi. Kenalkan! Aku hati nuranimu”.

Aku tercekat, dan sebuah bintang jatuh berekor panjang membuatku ternganga.

—————-
By : Sembilan Benua, 2013

Comments
  1. arabinho says:

    ak meh nulis meneh ki kang, hahahaha

  2. gepenx says:

    wuu tulisane ming mak Crutt..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s