Jalan Pulang

Posted: January 10, 2013 in Uncategorized

jalan itu masih ada, dan tetap sama. Membentuk pola memanjang dengan gang-gang kecil disekitarnya. Sebuah bundaran kecil, menjadi muara beberapa tikungan yang
sungguh tak pernah sepi. Meskipun begitu, entah berapa ribu kali aku lalui. Hanya untuk menghemat beberapa detik, dan memandangi seorang tua penjual tembakau kiloan yang sepi menanti pembeli. Kontras, bila dibandingkan dengan kepadatan jalan ini.

Lama sudah aku tak melintasi jalan yang hanya mempunyai dua ruas, untuk mobil . itu pun kadang bila ada truk tronton lewat, pasti macet. Bertahun tahun mungkin. Tidak pernah kulewati lagi hanya karena terlalu padat, atau aku enggan berkompetisi dengan orang yang tergesa, atau memang ada alasan melankolik yang membuatku galau bila melauinya.

Sesungguhnya, kesadaranku yang membuatku menghindari rute ini. Karena setiap jengkal dan sudut pertokoan ini membuatku merinding. Seolah ada kabut yang membatasi kawasan ini dengan kawasan lain. Seakan aku memasuki dunia klasik, dengan dua warna, hitam dan putih. Lalu lalang maya yang sangat cepat, dan aku memasuki kecepatan seperempat kecepatan normal. Seolah jalan ini menjadi sangat panjang dengan dihiasi foto-foto masa lalu yang memudar kecoklatan.

Siang itu, alam bawah sadarku menggiringku kembali. Ke Jalan Bermuda yang membius. Aku tersentak saat memasuki bunderan itu, dan yang kutakutkan terjadi. Kilatan-kilatan blitz mulai terlihat dikiri kanan jalan. Foto-foto itu muncul lagi, saat aku berlarian menghindari kejaran seorang penjaga toko kelontong, dimana aku telah mencuri sebungkus rokok. Kabut itu semakin tebal, lalu tiba tiba semua gelap. Gelap gulita, namun ada perasaan nyaman merasuk tubuhku. Aku rindu kegelapan ini.

Tiba tiba muncul cahaya putih menyilaukan, sangat indah dan menenangkan. Siluet seseorang muncul dan memanggil namaku. Suara itu sangat khas, dan kukenal. Lama sudah tak kudengar semenjak kejadian memilukan itu. Sesaat aku tercekat, saat dia mengulurkan tangan membantuku untuk bangun. Lalu dia berkata “Ayo peng, kami sudah lama menunggumu. Sudah saatnya kita berkumpul lagi”.
Aku bahagia, akhirnya aku pulang.

——————————————-

By : Gepenx, 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s