Elegi Anjing Tua

Posted: January 10, 2013 in Uncategorized

Anjing tua itu masih hidup
masih bernafas walau tersengal
namun tetap menjijikkan
air liurnya menetes kesegala arah
bersamaan dengan kibasan kepalanya
dengan tak tahu malu mengumbar kutunya

tak tahukah ia?
ajalnya sudah dekat
seiring dengan makanan beracun yang kusiapkan
hasil rumusan resep sang pawang anjing

ya, dia tua
haruskah aku iba?
mengingat dosa-dosanya
tanpa ekspresi mengencingi pintu rumahku
hingga jejak sepatuku berbau pesing hingga saat ini

ya, dia harus mati
andai tidak melalui tanganku
pasti dari tangan orang lain

seolah dia tahu kematian menghampiri
dia pasang wajah memelas mendekatiku
entah untuk ampunan atau penebusan dosanya

bagiku tak ada bedanya
anjing, tetaplah anjing
ya, dia harus mati

masalahnya, dimana dia harus kukuburkan?
ah, bagiku tak ada bedanya
karena jejak sepatuku akan selalu pesing,
hingga nanti…

 

———————–

By : Gepenx 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s