Mahasiswa VS Menunggu

Posted: October 31, 2011 in Edukasi Dan Pendidikan

Aku mahasiswa, pekerja paruh waktu, dan makhluk unix yang mencari karakter. Selalu meluncur dalam pipa waktu yang deras tanpa ampun. Memulai hari dengan rasa kantuk, karena semalam begadangan ngegame, bikin proposal proyek, cari bahan tulisan, nulis thesis, ngerjain tanggungan proyek atau sekedar chatting.

Persis seperti mahasiswa lain, yang tergesa mengejar kuliah sambil mengumpat ketika ketinggalan lampu merah. Mengapa ? karena kita kehilangan 1 menit hidup kita nungguin lampu merah menjadi hijau. Begitulah sistem, kita harus patuh atau lalu lintas akan semrawut dan terjadi kecelakaan, untung kalo cuma lecet. Kalau nyawa melayang selayak Simoncelli di Sepang, Malaysia. Bisa Rugi kita. Belasan tahun cari ilmu, untuk masa depan dan belum bisa menikmati. Malah ketemu maut. Amit-amit.

Mahasiswa?Tak selalu harus kritis, protes sana-protes sini untuk kebijakan yang sekiranya baik, walau sedikit tidak menyenangkan. Mahasiswa tempatnya aktualisasi intelektual, demo dengan cara bersahaja dan sopan. Bukan bakar ban sambil anarkis, dan teriak-teriak ga jelas. Kalo begitu, preman pun bisa. Ga perlu sekolah tinggi-tinggi.

Aku mahasiswa, seperti ratusan ribu orang lainnya. Mencoba menghargai keberuntunganku, yang meloloskan aku dari lubang jarum. Dulu disebut dengan UMPTN. Memang ada kalanya perlu hura-hura, tapi juga ada waktunya kita berkarya. Tapi, ada juga lho mahasiswa yang kurang menghargai effort diri sendiri dan orang tua dengan buang-buang waktu. Jujur, saya termasuk disitu, dan aku menyesal.

Aku Mahasiswa, walau IPK pas-pasan dan masa studi lama. Tetap mencoba menyelesaikan studi. Bukan untuk keluarga, atau pacar, atau siapapun. Untuk Diri sendiri.

Aku mahasiswa, telah masuk kedalam sistem universitas. Sebuah institusi yang kita sepakati, aturan mainnya sejak kita akan seleksi dulu. Andai dulu aku tak mau taat, buat apa kuliah? buang-buang waktu saja.

Aku Mahasiswa, mencoba taat pada sistem walau pahit. Tapi itu resiko.

Jer basuki mowo beya, jer kamulyan mowo usaha

bahasa kerennya No Pain No gain, No effort No Glory

Seperti biaya yang tinggi dan peraturan studi yang ketat. Tapi itulah sistem, kalau tidak mau masuk kedalam sistem, ya keluar saja. Walau ingin seperti mahasiswa lain, yang ngemis-ngemis pengunduran ngumpulin tugas, atau pengunduran waktu wisuda. Tapi tidak , pantang ngemis demi kelonggaran kebijakan. Memalukan, Tapi masih banyak temenku yang seperti itu. Mental ngemis, bagaimana ya kalau jadi pejabat? huft. amit-amit.

Aku mahasiswa, demi menyelesaikan thesis harus rela menunggu Dosen pembimbing yang super sibuk. Entah proyek atau kegiatan politis, tapi mereka tetap meluangkan waktu membimbing mahasiswa bodoh seperti aku.Menunggu dari pagi sampai sore. Walau membosankan, tapi setelah bertemu, rasanya seperti menjadi pemain bola timnas dan mencetak gol.

Aku Mahasiswa, Aku Bagian Institusi yang aku pilih.

Aku Mahasiswa, Aku bagian dari sistem yang harus di taati.

Aku mahasiswa, Bagaimana denganmu?

————————————————————————————

By : Gepenx 2011

Comments
  1. arabinho says:

    aku juga mahasiswa,tapi rung lulus2,
    ini crita mahasiswaku apa critamu ?
    hhe

  2. apik mas tulisanmu…tenanan :)! menginspirasi, surely!!!

  3. gepenx says:

    ha ha..emang supermi…cs…

  4. fajarsetiawan says:

    aku pengen dadi mahasiswa lagi…
    ning pengene bareng kowe.. ha ha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s