Hujan Pertama Di Bulan Ramadhan

Posted: August 2, 2011 in Diary

Tik-tik-tik…

Niatku untuk pulang terganggu, Langkahku untuk segera pulang terhenti. Hujan deras tanpa permisi mulai membasahi seluruh kota Pendidikan ini tanpa pilih-pilih. Bau aspal yang basah menyengat. Namun tidak se Eksotis, bau tanah yang mulai basah, terutama saat diawal musim.

Ya, Ramadhan kali ini jatuh pada bulan basah. Memang sudah seharusnya hujan dari kemarin. Tidak ada yang aneh dari hujan ini, terutama bagi orang-orang yang sedang sibuk menyiapkan masakan untuk berbuka nanti sore.

Waktu menunjukkan pukul 15.30 WIB, dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera reda. Malah semakin garang, petir dan angin silih berganti menunjukkan kemampuannya. Lalu lalang kendaraan di Jalan Kaliurang tak surut sedikitpun, meski Air sudah menunjukkan ketinggian satu kaki akibat meluapnya selokan mataram.

Hah, kuhela nafas pendek menunjukkan mulai hilangnya kesabaranku. Pengen segera pulang, tapi ga ingin basah memaksaku menunggu lebih lama. Tiba-tiba ada sepasang kekasih berjalan santai dibawah hujan, dengan menggenggam payung tanpa menghiraukan sekitar. Mereka asyik sendiri, hingga tidak memperhatikan mobil dengan kecepatan sedang melaju disamping mereka. Dan, byuuuur…Pasangan kekasih itu basah kuyup karena kena Air cipratan mobil. Aku tertawa nyengir kuda, tapi kalah dengan tawa mereka berdua. Aneh? Rupanya mereka menikmatinya.

Waktu Menunjukkan 16.30, Pikiran ku mulai melayang.

Seperti Blitz Kamera digital, Tampilan foto hitam putih silih berganti mengisi otakku. Kenangan itu kembali lagi, walau sudah tidak menyakitkan lagi. Layaknya Film Jadul, hitam putih dan tanpa suara. Aku menemukan kita menyusuri jalan ini, dengan situasi yang benar-benar sama. Dengan kendaraan seadanya, dan tanpa Jas Hujan. Dan kita menikmati setiap moment itu. Persis, Mengejar maghrib hanya untuk buka bareng dirumahmu. Akhirnya aku pinjam baju kakakmu yang kedodoran itu.

Oh tidak, Aku mengenang lagi.

Aku coba aku sangkal perasaan gatal ini…

Ya, Aku benar-benar merindukanmu…

Adzan terdengar, Wow ternyata mengenangmu menghabiskan waktu.

Saatnya berbuka, Kubuka tasku.

Hanya ada Air putih dan dua batang Rokok.

Dengan berdoa ala kadarnya, kutenggak air putih dan kunyalakan rokok.

Huft, kuhembuskan asap putih yang perlahan hilang seiring kenangan itu…

 

Waktu menunjukkan 18.05 , Back to reality,, untuk apa mengais-ais kenangan lagi…

Kumatikan rokokku, aku packing semua yang penting kedalam kantung plastik agar tidak basah.

Kustarter motorku, dan bersiap pulang. Walau basah, jadilah.

Tidak ada sesalan di hatiku, hanya menikmati deras hujan dengan senyuman.

…….

Huft..Hujan Pertama Di Bulan Ramadhan….

Dingin, tetapi Hatiku terasa Hangat….

 

———————————————————————————–

By : Gepenx 2011

Comments
  1. forthelasttime says:

    asikk tuhh critanya..
    sya jdi ingt sma msalalu jg. haha

    para ilmuan mngatakan bahwa Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalunya.

    mksih so0bb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s