ArcView Tingkat Lanjut (bahasa Script) (1)

Posted: July 5, 2011 in Edukasi Dan Pendidikan, Komputer dan TI

greeting,

wuih sok inggris , malah mirip “kriting”…

Bahasa Indonesia emang yang paling baik. Tapi kali ini enak nya membahas bahasa Avenua miliknya ArcView dulu.

Sudah lama juga tidak meluncurkan tulisan yang sedikit berkualitas. Menyambung dari posting sebelumnya mengenai arcView. Saya yang telah mambahas seluk beluknya baik mulai dari View, Project, Table atau Layout, maka pada kesempatan yang berbahagia ini, kami sebagai penulis (kok resmi banget) ingin menjelskan sedikit saja mengenai script, dan bahasa pemrograman yang dipakai pada ArcView, yang sering disebut dengan AVENUE.

Avenue adalah bahasa pemrograman yang dipergunakan pada ArcView untuk memanggil, membuat algoritma, membuat toolbar, ataupun icon, yang terintegrasi kedalam program induk Arview. Sehingga pada akhirnya ArcView seolah-olah ter”costum”asi  oleh user. Script dapat ter koneksi satu sama lain, dengan proses saling panggil satu sama lain, bila syarat-syaratnya terpenuhi.

Yang harus dimengerti adalah koneksi script dengan project. Sebuah project adalah sekumpulan script yang memanggil file layer-layer data spasial, tabel, tombol, menu atau simbol-simbol yang terintegrasi sedemikian rupa hingga project dapat dibuka.

Pernah memindahkan file .shp dari project anda? pasti akan muncul menu “Where Is…”, ini terjadi karena alamat yang disimpan dalam script tidak bisa ditemukan oleh program sehingga muncul “error”. begitu juga dengan script, bila menu atau script yang terhubung dengannya hilang atau error, maka akan gagal.

Tidak Percaya..?Coba klik Kanan project and (.apr) dan “open with” dengan note pad atau word, maka akan muncul kumpulan-kumpulan script yang berjibun. Makin besar database anda, scriptnya makin banyak. Gambar berikut bukti saya.

nah loh, apa tuh..?

“Dependencies” adalah ketergantungan project biar jalan, seperti “extensi” atau tool.

Tanggal : jelas

GUI : adalah paket script yang dibuka pertamakali oleh ArcView. Defaultnya adalah project. Kita Bisa susun berdasarkan keinginan kita, misalnya tombol pilihan kita, atau model menu yang berbeda.

Didalam project ini dapat disetting alamat , simbol, atau penempatan yang kita mau, dengan menggunakan Avenue tentunya. Gambar berikut adalah contohnya.

Tuh kan, ada alamatnya. nama tabelnya (.dbf), dan sebagainya. Misalnya layut akan disetting standar, dengan simbol warna, dan font tertentu juga bisa disetting dari GUI. gambar berikut buktinya.

Bagaimana ?terbukti kan…

makanya kalau project anda tidak jalan, bukan berarti rusak. Cek errornya apaan, nah bisa diakomodasi dengan edit via notepad atau word, tapi jangan di “Save as”, karena Word dan Pad tak kenal “.apr”.

Nah jelas kan?

Lalu Bagaimanakah cara membuat script yang baik dan benar?

Nah, ada baiknya anda menunggu tulisan saya lagi. Disitu akan saya bahas mengenai fungsi menu-menu dalam jendela Script, dan membuat script yang sederhana.

Segitu Dulu,

Sampai ketemu lain kesempatan.

——————————————

Untuk Kepentingan Edukasi Dan Informasi

By : Gepenx 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s