Program ArcView dan Fungsinya Dalam GIS-(4)

Posted: April 22, 2011 in Edukasi Dan Pendidikan, Komputer dan TI

Salam,

Lama sudah tidak posting…

Baiklah untuk posting kali ini, tanpa banyak “ba-bi-bu”, akan saya berbagi informasi mengenai program arcView. Posting sebelumnya, sudah membahas tentang fungsi View, dan Fungsi Table.

Posting ini lanjutan dari posting yang sebelumnya.yang dibahas kali ini adalah manfaat ArcView dan fungsi-fungsinya dalam layOut.

Menu LayOut, adalah fungsi membuat tampilan peta pada umunya agar lebih indah, informatif, hingga siap dicetak.

Pada fungsi Layout, terdapat link-link terhadap view, sehingga apa yang tampak pada view bisa ditampilkan, termasuk simbolisasinya dan diskalakan.

Menu Layout

  1.  Buka view
  2. Dari menu view pilih Layout
  3. Akan muncul kotak dialog, pilih template sesuai dengan yang diinginkan
  4. Tekan OK, ArcView akan menampilkan layout dari view yang kita buka tersebut.

Map Unit harus ditentukan supaya skala yang tertera pada layout ada dan benar. Untuk men-set map unit, dari menu view pilih properties. Untuk menghilangkan skala, maka klik pada skala dengan icon pointer tool kemudian tekan DELETE.

Untuk merubah judul layout, klik dua kali dengan pointer tool pada tempat judul.

untuk menampilkan LayOut juga bisa dengan cara:

1.Aktifkan Project window

2.Klik dua kali pada icon Layout 3. Pilih Use Template dari menu layout, jika kita ingin menggunakan template baru.

Mengatur Halaman :

  1. Dari menu Layout pilih Page Setup
  2. Akan keluar kotak dialog Page Setup. Pada kolom Page Size menunjukkan format kertas yang akan digunakan. Output Resolution hanya diaplikasikan untuk data images, seperti BMP, GIF.

Mengkontrol bagaimana view ditampilkan pada layout

  1. Klik pointer tool
  2. Klik dua kali View frame pada layout. Akan tampil kotak dialog View frame Properties

Hal-hal Penting :

–          Live Link, digunakan untuk me-link antara view frame dengan view, sehingga jika terjadi perubahan pada view, maka secara otomatis view frame akan ikut berubah juga.

–          Scale, default-nya adalah Automatically akan menampilkan langsung dengan apa yang ada di view, jika kita ingin menampilkan skala pada view frame sama dengan skala view maka pilih Preserve View Scale. Kedua pilihan ini (automatically dan preserve view scale) akan memberikan perubahan otomatis pada skala apabila skala view diubah. Jika kita ingin membuat skala sendiri maka pilih User Specified Scale, pada pilihan ini perubahan skala pada view tidak berpengaruh pada view frame walaupun Live Link dalam keadaan on.

–          Extent, default-nya window view frame lebih kecil daripada window view, ArcView akan mengisi penuh window view frame dengan data dari view, sehingga data yang muncul dalam layout tidak sesuai dengan yang tampak dalam view. Jika kita pilih Fill view frame, maka ArcView akan mengisi setiap bagian sisa dari view frame dengan data dari view, untuk menghindari hal ini maka pilih Clip to View.

–          Display, default-nya Arcview akan menampilkan data view frame pada layout apabila layout dalam keadaan aktif, jika layout dalam keadaan tidak aktif, maka data view frame tidak akan tergambarkan, hal ini akan menghemat waktu jika kita bekerja dengan live-link view, karena ArcView tidak akan menggambar pada layout setiap saat kita merubah data view.

–          Quality, resolusi hasil cetak ke printer

Menambah beberapa komponen pada layout

A. Menambah view (Tampilan Peta)  ke layout

  1. Klik view frame tool
  2. Gerakkan kursor ke tempat gambar peta yang akan diletakkan
  3. Akan muncul kotak dialog View frame Properties
  4. Klik OK

B. Menambahkan skala

  1. Klik icon Scale Bar Frame tool
  2. Gunakan mouse untuk meletakkan posisi skala di peta. Defaultnya panjang skala akan berubah jika live link pada view frame dalam keadaan nyala. Untuk menghindari hal tersebut maka klik pada Preserve Interval

C. Menambah legenda

1.   Klik Legend Frame tool

2.   Gunakan mouse untuk menempatkan legenda. Akan muncul kotak

dialog Legend Frame properties

3.   Untuk melakukan edit legenda Gunakan Menu Graphics > Simplify.

D. Menambah orientasi (arah utara)

         1.   Klik icon North Arrow Frame tool

2.   Gunakan mouse untuk menempatkan arah utaranya.

                Kotak dialog North Arrow manager akan muncul,

pilih model untuk arah utaranya.

E. Menambah gambar/image

1.   Klik Picture Frame tool

2.   Gunakan mouse untuk meletakkan posisi gambar pada layout

Wuih kok, Rumit ya..?ga juga …

ASal mau mencoba pasti bisa, Ga salah ya ga belajar…

Sementara itu dulu mas Bro…

Kapan-kapan disambung lagi…

Nuwun..

————————–

Dikumpulkan dari berbagai sumber

hanya untuk kepentingan edukasi dan informasi

by: Gepenx 2011



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s