Morfometri Das

Posted: March 31, 2011 in Edukasi Dan Pendidikan

A. DEFINISI DAS

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah ekosistem yang dibatasi oleh pemisah topografi dan berfungsi sebagai pengumpul, penyimpan dan penyalur air, sedimen, unsur hara dalam sistem sungai dan keluar melalui outlet tunggal. DAS sebagai sistem hidrologis yang terbuka terdiri dari tiga komponen utama dalam sistem tersebut yaitu input berupa hujan, proses yaitu DAS sebagai pengatur dan output yang berupa aliran permukaan, sedimen dan unsur hara. Karakteristik DAS mempengaruhi debit pengeluaran air dalam suatu sistem sungai. Faktor-faktor pengontrol karakteristik DAS antara lain: factor geologi, faktor hidrologi dan tataguna lahan. Faktor geologi terdiri dari geomorfologi dan litologi. Faktor geomorfologi terdiri dari sistem sungai (segmen sungai, hubungan antar cabang sungai, panjang sungai, slope sungai), sistem cekungan penyaluran (ukuran cekungan, bentuk cekungan, relief cekungan, tekstur cekungan). Faktor litologi berupa pemunculan mataair dan batuan kedap dan lulus air. Faktor hidrologi berupa distribusi hujan pada DAS dan kapasitas infiltrasi dari tanah.

Berikut ini adalah contoh penentuan morfometri DAS yang berguna dalam penentuan berbagai macam hidrograf, sintetik. Namun secara general, hampir sama untuk tiap metode. untuk lebih mudah mempelajarinya, maka saya kaitkan langsung dengan DAS Bogowonto Jawa Tengah.

DESKRIPSI SINGKAT SUNGAI BOGOWONTO

Daerah Aliran Sungai Bogowonto seluas 587 km2 terletak di antara 7° 23’ dan 7°54’ LS dan 109° 56’ dan 110° 10’ BT. Sungai Bogowonto dan anak sungainya, sungai Kodil, mengalir dari lereng Gunung Sumbing (3.375 mdpl) yang membatasi dua wilayah sungai, yaitu Serayu dan Progo. Sungai ini mempunyai banyak meander di bagian tengah dan hilirnya, mulai dari kaki pegunungan di utara sampai muaranya di Samudera Indonesia. Rangkaian meander ini pada umumnya stabil, kecuali di sebagian kecil ruas di dekat pertemuannya dengan Sungai Lereng, biasa juga disebut Sungai Gesing, yang mengalir masuk ke Sungai Bogowonto.

Laguna, yang membentang ke arah barat dan menjadi ciri khas konfigurasi sungai-sungai di sekitar pantai selatan pulau Jawa, pada juga terbentuknya laguna yang mengarah ke barat terbentuk di muara Sungai Bogowonto. Pembentukan laguna ini mengakibatkan penyumbatan mulut sungai hampir sepanjang musim kemarau, dan menimbulkan gangguan terhadap desa-desa yang berada di sepanjang sungai bagian hilir. Selama beberapa dekade terakhir ini telah terbentuk laguna seluas kurang-lebih 300 ha yang kemudian dijadikan persawahan. Namun hal ini tidak bisa dilakukan secara teratur, karena di awal musim hujan selalu tergenang banjir. Banjir ini disebabkan oleh arus balik karena tertutupnya muara sungai oleh gundukan pasir.

 

PEMBUATAN BATAS DAS BOGOWONTO

Sebuah DAS atau Watershed dibatasi oleh penampang topografi, yang biasanya diekspresikan oleh igir dan lembah. Metode yang digunakan dalam menentukan batas DAS ini adalah analisis spasial sifat hidrologi permukaan yang dapat menentukan arah aliran, akumulasi aliran, jaringan aliran dan kemudian delianasi batas DAS. Berikut adalah penentuan Batas DAS dengan menggunakan Citra Landsat TM tahun 2004 Komposit False Colour 457.

a. Penentuan Pola Aliran

PEMBAGIAN DAS BOGOWONTO

DAS BOGOWONTO dibagi menjadi tiga, yaitu bagian Hulu, Tengah, Dan Hilir. Yang dimaksud daerah Hulu (Upper) adalah bagian DAS mempunyai ciri-ciri:

  1. Merupakan daerah konservasi.
  2. Merupakan Zona Produksi.
  3. Mempunyai kerapatan drainase lebih tinggi.
  4. Merupakan daerah dengan kemiringan lereng besar (> 15%).
  5. Bukan merupakan daerah banjir.
  6. Pengaturan pemakaian air ditentukan oleh pola drainase.
  7. Jenis vegetasi umumnya merupakan tegakan hutan.
  8. Laju erosi lebih cepat daripada pengendapan.
  9. Pola penggerusan tubuh sungai berbentuk huruf “V”.

Sedangkan bagian DAS yang disebut bagian Tengah, memiliki Ciri :

  1. DAS bagian tengah merupakan daerah peralihan antara bagian hulu dengan bagian hilir dan mulai terjadi pengendapan.
  2. Merupakan Zona Transportasi
  3. Ekosistem tengah sebagai daerah distributor dan pengatur air, dicirikan dengan daerah yang relatif datar.
  4. Daerah aliran sungai bagian tengah menjadi daerah transisi dari kedua karakteristik biogeofisik DAS yang berbeda antara hulu dengan hilir.

Dan bagian hilir (Lowerland )DAS Berciri :

  1. Merupakan daerah pemanfaatan atau pemakai air.
  2. Merupakan Zone Sedimentasi/ Deposisi
  3. Kerapatan drainase kecil.
  4. Merupakan daerah dengan kemiringan lereng kecil sampai dengan sangat kecil (kurang dari 8%).
  5. Pada beberapa tempat merupakan daerah banjir (genangan).
  6. Pengaturan pemakaian air ditentukan oleh bangunan irigasi.
  7. Jenis vegetasi didominasi oleh tanaman pertanian kecuali daerah estuaria yang didominasi hutan bakau/gambut.
  8. Pola penggerusan tubuh sungai berbentuk huruf “U”

Hasilnya..?check This Out..

DAS BOGOWONTO SEBAGAI SATUAN HIDROLOGI

  • Contoh Morfometri DAS (Orde Sungai)

Orde sungai adalah nomor urut setiap segmen sungai terhadap sungai induknya. Metode penentuan orde sungai yang banyak digunakan adalah Strahler. Sungai orde 1 menurut Starhler adalah anak-anak sungai yang letaknya paling ujung dan dianggap sebagai sumber mata air pertama dari anak sungai tersebut. Segmen sungai sebagai hasil pertemuan dari orde yang setingkat adalah orde 2, dan segmen sungai sebagai hasil pertemuan dari dua orde sungai yang tidak setingkat adalah orde sungai yang lebih tinggi. Ilustrasi dari penggunaan metode Strahler tersebut dapat dilihat pada Gambar berikut. Metode lain dalam penentuan orde sungai ini antara lain adalah metode Horton, Shreve, dan Scheideger.

  • Contoh Morfometri DAS (Bentuk)

Elongation Ratio (Re) =  D / Lb

Elongation Ratio (Re) = 686.82401 Km2/ 65.430 Km

Elongation Ratio (Re) = 10.49

Karena jauh dari nilai 1, maka bentuk DAS adalah Memanjang.

 

  • Contoh Morfometri DAS (Luas = A)

DAS Bogowonto bagian Hilir          : 128.40 Km2

DAS Bogowonto bagian Tengah     : 350.04 Km2

DAS Bogowonto bagian Hulu         : 174.18 Km2

 

  • Contoh Morfometri DAS (Kelerengan/Slope)

DAS Bogowonto didominasi kelerengan antara 0-15 % yaitu sampai dengan 77 % wilayahnya adalah dengan kemiringan landai, sedang Kemiringan 15-25 % seluas 27.7 % wilayah DAS,  Sisanya adalah lereng Dengan kemiringan lebih dari 40 %.

 

  • Contoh Morfometri DAS (Panjang Sungai Utama)

Panjang Sungai Utama Bogowonto adalah (L) kuranglebih 67 Km.

Conclusion :

Limpasan yang terjadi dipengaruhi oleh curah hujan yang jatuh dan karakteristik DAS yang dicerminkan oleh morfometri DAS, kondisi lahan dan pengelolaan lahan dan air. Morfometri DAS merupakan karakteristik DAS yang bersifat bawaan alamiah yang sulit untuk dimanipulasi oleh manusia yang meliputi luas dan bentuk DAS, kemiringan sungai, kemiringan rata-rata DAS, kerapatan drainase, dan ordo sungai. Dari berbagai sifat DAS/ Morfometrinya dapat dipergunakan untuk penentuan debit rancangan, analisis hidrograf sintetis, dan sebagainya dalam rangka mengkaji DAS

Itu Menurust Saya,,,Menurut Anda Yang Lebih Tahu..?Bagaimana?

—————————————————————————-

Untuk Kepentingan edukasi Dan informasi

By : Gepenx 2011,

Dikumpulkan Dari Berbagai Sumber

Asdak C. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Linsley RK, Kohler MA, Paulhus JLH. 1982. Hidrologi Untuk Insinyur. Hermawan Y, penerjemah; Sianipar Y, Haryadi E, editor. Jakarta: Penerbit Erlangga. Terjemahan dari: Hydrology for Engieneers

Seyhan E. 1977. Dasar – Dasar Hidrologi. Subagyo S, penerjemah; Prawirohatmodjo S, editor. Yogyakarta: Gajah Mada University. Terjemahan dari: Fundamentals of Hydrology.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s