Optimum Index Factor (OIF)

Posted: March 23, 2011 in Edukasi Dan Pendidikan

Anda Pernah melihat Citra Penginderaan Jauh (Remote sensing Image).?

Bagi yang masih Awam, maka yang namanya Image/ Citra adalah serupa dengan foto, atau image dari google earth .

namun bagi yang sudah akrab, maka Image Remote sensing adalah kebutuhan tersendiri sebagai data source.

kelebihan Image Remote sensing sangat banyak, bermula dari kemampuannya dalam menyajikan data keruangan secara spasial, terutama pada kemampuannya untuk mengenali obyek-obyek bentuk lahan seperti fisiografi lahan, karakteristik DAS (bentuk, pola aliran, morfometri), perbedaan pola vegetasi, pola penggunaan lahan, dan kenampakan geomorfologi untuk mengenali lahan-lahan yang sering tergenang, maupun tidak.

Selain itu citra penginderaan jauh dapat berformat digital, dimana tiap pantulan obyek disajikan dalam bentuk nilai pixel yang bervariasi yang dapat diolah dengan sedemikian rupa, sehingga menghasilkan berbagai angka-angka yang mengindikasikan fenomena kebumian, seperti kelembaban, kekeringan, dsb.

berikut ini adalah contoh gambar Citra Penginderaan Jauh.

Lho, Terus apa hubungannya Optimum Indek Factor Dengan Citra.?

Jelas ada…

OIF adalah ukuran keseragaman Saluran (band) yang dipergunakan oleh perekam citra tersebut terhadap sebuah obyek.

Oif dihitung berdasar angka-angka korelasi antar piksel yang mewakili obyek yang sama.

Bingung..?

Begini Lho..

Dalam aplikasi penginderaan jauh, terutama Landsat TM dikenal sistem multispektral untuk menghasilkan citra daerah yang sama dari kombinasi beberapa saluran. Perbedaan informasi spektral obyek yang sama dari beberapa saluran justru memperkuat kemampuan sistem dalam membedakan obyek satu terhadap yang lain. Untuk menyusun sebuah komposit citra, dikenal indek atau nilai untuk menilai kualitas citra komposit secara statistik, parameter ini dikenal sebagai Optimum Index Factor (OIF). Kombinasi tiga saluran dengan OIF terbesar pada umumnya menyajikan paling banyak informasi spektral (yang diukur dengan varinasi) dan dengan paling sedikit duplikasi (yang diukur dengan koefisien korelasi). formulanya seperti Ini :

Keterangan :

Sk        : Simpangan Baku untuk saluran k

abs (rj) : nilai mutlak untuk sembarang saluran

OIF     : Optimum Index Factor

Secara logis ada hubungan antara rendahnya korelasi antar saluran dengan besarnya nilai OIF, dengan kata lain semakin tinggi nilai OIF, semakin baik kualitas citra komposit yang dihasilkan. Meski demikian kombinasi antar saluran yang kurang baik juga sering menunjukan nilai OIF yang tinggi karena dilibatkannya saluran dengan panjang gelombang kecil (biru atau hijau). Variasi spektral pada saluran sebenarnya banyak memuat aspek gangguan berupa hamburan yang pada akhirnya dapat meningkatkan variansi spektral dan nilai OIF. (Projo, 1996)

Nah Faham Khan..?

Mak Nyus….

Semoga bermanfaat,

————————————

Disusun untuk kepentingan Edukasi dan Informasi

Dikumpulkan dari berbagai sumber

By : Gepenx 2011

 

Comments
  1. Tanagekeo says:

    Terima kasih sudah bagi ilmu…

  2. sanidhyanika says:

    mangtaaabbsss..go udin!! go udin!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s