PROSES PASANG SURUT, DAN TIPE PASANG SURUT

Posted: September 29, 2011 in Uncategorized

Sugen Enjang.Selamat Pagi.Good Morning

 

Lama sudah tidak posting, terlalu banyak kegiatan menyita waktu.

Mumpung lagi semangat, mari berdiskusi tentang sebuah fenomena alam, “pasang surut”.

Pasang Purnama (Spring Tide) dan Pasang Perbani (Nip Tide)

Didalam mempelajari Ilmu Oseanografi, selain gelombang dan morfologi samudra sendiri, juga dipelajari fenomena lain yang tidak hanya dipengaruhi faktor internal dari bumi sendiri, juga penyebab lain yang berasal dari luar (extra terrestrial) bumi, yang dalam hal ini adalah bulan. Bulan sebagai selayaknya bumi, mempunyai gravitasi atau daya tarik menarik yang berpengaruh pada permukaan bumi. Karena permukaan bumi sebagian besar merupakan air (samudera) maka selain karena sifat air yang fleksibel maka mudah dipengaruhi energi dari luar, baik energi angin yang menyebabkan gelombang, juga gravitasi bulan yang menyebabkan pasang surut.

Pasang surut laut adalah fenomena pergerakan naik turunnya permukaan air laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan gaya tarik menarik dari benda-benda astronomi terutama oleh matahari, bumi dan bulan. Pengaruh benda angkasa lainnya dapat diabaikan karena jaraknya lebih jauh atau ukurannya lebih kecil.

Gambar 1. Posisi Bulan, Bumi, Dan Matahari

Faktor non astronomi yang mempengaruhi pasut terutama di perairan semi tertutup seperti teluk adalah bentuk garis pantai dan topografi dasar perairan. Puncak gelombang disebut pasang tinggi dan lembah gelombang disebut pasang rendah. Perbedaan vertikal antara pasang tinggi dan pasang rendah disebut rentang pasang surut (tidal range). Periode pasang surut adalah waktu antara puncak atau lembah gelombang ke puncak atau lembah gelombang berikutnya. Harga periode pasang surut bervariasi antara 12 jam 25 menit hingga 24 jam 50 menit.

Pasang purnama (spring tide) terjadi ketika bumi, bulan dan matahari berada dalam suatu garis lurus. Pada saat itu akan dihasilkan pasang tinggi yang sangat tinggi dan pasang rendah yang sangat rendah. Pasang surut purnama ini terjadi pada saat bulan baru dan bulan purnama. Sedangkan Pasang perbani (neap tide) terjadi ketika bumi, bulan dan matahari membentuk sudut tegak lurus. Pada saat itu akan dihasilkan pasang tinggi yang rendah dan pasang rendah yang tinggi. Pasang surut perbani ini terjadi pasa saat bulan 1/4 dan 3/4. Gambar berikut ini, menjelaskan bagaimana terjadinya gaya tarik menarik antar benda langit (bumi, dan bulan).

Gambar 2. Posisi bulan Terhadap bumi saat terjadi pasang purnama (spring tides)

Gambar 3. Posisi bulan Terhadap bumi saat terjadi pasang perbani (spring tides)

Tipe Pasang Surut

Tipe pasut ditentukan oleh frekuensi air pasang dengan surut setiap harinya. Hal ini disebabkan karena perbedaan respon setiap lokasi terhadap gaya pembangkit pasang surut. Jika suatu perairan mengalami satu kali pasang dan satu kali surut dalam satu hari, maka kawasan tersebut dikatakan bertipe pasut harian tunggal (diurnal tides), namun jika terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dalam sehari, maka tipe pasutnya disebut tipe harian ganda (semidiurnal tides). Tipe pasut lainnya merupakan peralihan antara tipe tunggal dan ganda disebut dengan tipe campuran (mixed tides) dan tipe pasut ini digolongkan menjadi dua bagian yaitu tipe campuran dominasi ganda dan tipe campuran dominasi tunggal.

Selain dengan melihat data pasang surut yang diplot dalam bentuk grafik, tipe pasang surut juga dapat ditentukkan berdasarkan bilangan Formzal (F) yang dinyatakan dalam bentuk:


Keterangan :

F ≤ 0.25           : Pasang surut tipe ganda (semidiurnal tides)

0,25<F≤1.5     : Pasang surut tipe campuran condong harian ganda (mixed mainly semidiurnal tides)

1.50<F≤3.0     : Pasang surut tipe campuran condong harian tunggal (mixed mainly diurnal tides)

F > 3.0             : Pasang surut tipe tunggal (diurnal tides)

 

F : bilangan Formzal

AK1 : amplitudo komponen pasang surut tunggal utama yang disebabkan oleh gaya tarik bulan & matahari

AO1 : amplitudo komponen pasang surut tunggal utama yang disebabkan oleh gaya tarik bulan

AM2 : amplitudo komponen pasang surut ganda utama yang disebabkan oleh gaya tarik bulan

AS2 : amplitudo komponen pasang surut ganda utama yang disebabkan oleh gaya tarik matahari

Karena sifat pasang surut yang periodik, maka ia dapat diramalkan. Untuk meramalkan pasang surut, diperlukan data amplitudo dan beda fasa dari masing-masing komponen pembangkit pasang surut. Komponen-komponen utama pasang surut terdiri dari komponen tengah harian dan harian. Namun demikian, karena interaksinya dengan bentuk (morfologi) pantai dan superposisi antar gelombang pasang surut komponen utama, akan terbentuklah komponen-komponen pasang surut yang baru. Dengan mengetahui amplitudo komponen tersebut, maka dapat dihitung kan nilai bilangan Formzal maka tipe pasutnya dapat ditentukan.

nah.loh…

segitu dulu blogger…

termia kasih, nuwun, thank you.

—————————————————————–

hanya untuk kepentingan informasi, dan edukasi

dikumpulkan dari berbagai sumber (maaf bila beberapa lupa disebutkan)

gepenx 2011

About these ads
Comments
  1. arabinho says:

    wes tak komen mas

  2. Septi Johan says:

    sangat bermanfaat….
    makasih yah.

  3. Deny says:

    Ok.. Thanks Mas Broo..
    Sangat bermanfaat kelak..

  4. princess says:

    Makasih ya materinya

  5. meilani says:

    kalau pantai pangandaran, termasuk tipe pasang surut apa ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s